"Pagi, Tuan Putri!" "Pagi, Papa!" "Papa mau kemana?" tanya Ara saat membuka matanya, melihat Kai yang sudah rapi dan siap berangkat kerja. Sekilas Ara melirik ke arah jam dinding yang menggantung di tembok kamarnya. "Papa mau berangkat sekarang, Sayang. Maaf yah, papa membangunkanmu." "Nggak pa-pa, Papa. Justru, kalau Papa pergi tanpa bilang ke Ara, Ara bakal marah." "Papa udah sarapan?" tanyanya memastikan kalau ayahnya telah mengisi perutnya. "Sudah, papa sudah makan. Papa harus pergi sekarang. Kamu baik-baik yah, Sayang, selama papa tidak di rumah." "Hm, iyah. Papa hati-hati yah. Cepat pulang! Ara pasti kangen sama papa." "Papa juga pasti merindukanmu. Papa jalan sekarang yah." Setelah melepas pelukan Kai, Ara melihat ayahnya menghilang di balik pintu. Sekarang jarum jam menu

