“Pfffttt...,” Gua nggak bisa membayangkan Louise bisa berekspresi seperti itu. “Ke..kenapa??!” Tanya Louise begitu heran. Louise hanya berpikir apakah Ara sudah menjadi gila karena hal tadi atau karena dia menceritakannya pada dirinya. Apapun itu Louise hanya berharap sebaliknya. “Lucu...!! Pfftt.. Ekspresi lu lucu. Gua nggak ngebayangin bisa ngelihat ekspresi lu yang kayak gini. Biasanya kan ekspresi lu nggak gitu,” Masih tertawa didalam hati. Nggak bisa berhenti walaupun otak gua bilang dan suruh stop sekarang juga. “Memang biasanya gimana?” Tanya Louise datar. Karena menurutnya dia itu selalu melakukan semuanya dengan wajar dan normal. Tidak berlebihan atau sebaliknya. “Biasanya dingin, jutek, galak, muka datar, sadis, ngeselin, nyebelin, pelit kata dan yang paling utama itu kayak I

