Bab 23. Teman Ranjang

1146 Kata

“Kalau kamu belum lihat, mau lihat sekarang?” Rhea spontan mendorong tubuh Abian menjauhinya setelah mendengar ucapan Abian. Namun, sayangnya, Rhea sama sekali tak berhasil menjauhkan Abian darinya. Laki-laki itu lebih dulu menangkap pergelangan tangan Rhea dan Rhea tidak bisa mengelak. “Abian!” protes Rhea sambil berusaha melepaskan tangannya. Hanya saja, cekalan Abian terlalu kuat hingga tidak ada kesempatan untuk Rhea bisa menghindar. “Rhea …,” panggil Abian dengan nada setengah berbisik. Bersama Rhea dengan jarak sedekat ini tentu membuat rasa ‘lapar’ Abian sektika terbangunkan. Hanya saja, ia ingin melakukannya kali ini tanpa ada paksaan atau pengaruh alkohol. Rhea sendiri merasa terkejut pada awalnya. Namun, saat kedua tangan Abian berpindah dan mengusap lembut pipinya, membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN