“Tapi ….” Belum sempat Rhea mengutarakan ucapannya, Abian sudah lebih dulu berjalan mendahuluinya tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara. Akhirnya, Rhea terpaksa berjalan mengikuti Abian meski langkahnya sudah kalah jauh dari laki-laki itu. Di sepanjang perjalanan, mereka tampak seperti orang asing. Tak ada pembicaraan apapun hingga keduanya sampai di ruangan Abian. Saat keduanya telah masuk ke dalam ruangan, Rhea langsung mendahului berbicara. “Abian, aku rasa kita memang perlu berbicara. Aku—“ “Nanti pulang kerja biar Roy yang antar kamu,” potong Abian tiba-tiba. Dia berjalan menuju bangku kebesarannya tanpa mempersilahkan Rhea duduk sama sekali. “Hari ini jadwal kamu periksa kandungan, kan?” imbuhnya. Niat hati ingin memperbaiki keadaan seketika ambyar. Nada datar dan dingin ya

