Sore menjelang … aku semakin tak kuasa menahan rasa penasaran. Irel dan Cala tak juga datang. Ah … aku mencoba menepis semua rasa hati yang mulai berpikir sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Tak kuasa aku berjauhan dengan kedua putriku. Mereka sudah selayaknya permata yang tak ternilai harganya. Hidupku yang semakin hampa akan semakin tak terarah jika kehilangan sumber semangatku. Yups, Irel dan Cala adalah buah cinta aku dan Dean. Sekuat mungkin aku menepis dia yang selalu mengganggu bayanganku, sekuat itu pula hati ini mengelak. Cinta ini masih utuh untuknya, belum berkurang meskipun luka yang ada sudah membuatku teramat kecewa dengan pengkhianatan, tapi tetap susah untuk menghapus semua rasa yang tersisa. Terkadang timbul satu tanya pada setiap wanita yang rela cinta suami mereka

