Sebuah Keputusan

2142 Kata

Percuma saja kutata hati dan kuatkan diri sebelum keberangkatan ke Jogja ini. Nyatanya saat fajar aku tak menemukan dia di kamar kosan, hatiku tetap merasakan nyeri meskipun masih kuat berpura menegarkan diri. Aku melangkah melewati Papi yang masih mencecar David dengan berbagai pertanyaan. Tak ingin aku mendengar jawaban apapun yang David lontarkan. Aku membaringkan diri di bedseat kosong tempat Papi berbaring semalam. Rasanya mulut ini langsung terkunci rapat dan sudah tak ingin lagi bicara apapun juga. Biarkan saja Papi yang menentukan kemana minibus ini akan membawa kami sekeluarga setelah tidak menemukan anaknya di tempat yang semestinya Dean berada. Aku hanya ingin menenangkan hati … tanpa lelah harus terus menata diri agar kuat memijakkan kaki dan melangkah bersama kedua putriku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN