Minggu pagi di kota Jogja, Dean bangun setelah beberapa kali David menggoyangkan tubuhnya. Mereka tiba di Jogja jam dua dini hari. Kalau saja perut David tidak terus protes meminta jatah asupan makanan. Dia juga sama halnya seperti Dean yang akan memilih tidur di Minggu pagi ini sebelum esok hari mereka melakukan registrasi di kantor rektorat Universitas Negeri Yogyakarta. “Bro, aku tinggal ya. Beneran lapar soalnya,” ancam David melihat Dean belum juga membuka mata. “Wah gila, aku ikut,” putus Dean yang langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi. Dia hanya sempat membasuh mukanya dan mengelap dengan handuk yang sudah tersampir di pintu kamar mandi karena semalam begitu tiba di kosan, Dean memang memilih mandi terlebih dulu sebelum tidur. “Yuk, lapar nih, susah banget mau makan

