hari Minggu besok, Ay?” tanya Sulis menunjuk dirinya. Dia tidak mengerti dari mana Aylana tahu berita tentang pernikahannya sementara dia sendiri tidak tahu soal itu. “Tidak usah sok polos dan sok suci, Lis! Aku sudah tahu seperti apa kamu yang sebenarnya. Sok baik, sok denger semua keluhan aku. Namun, nyatanya kamu menikungku seperti ini. Kejam kamu, Lis!” geram Aylana sebelum menghempaskan cekalan tangan Sulis. Sulis semakin tidak mengerti apa yang mesti dia perbuat. Kalau benar dia akan menikah kenapa tidak ada satu orang pun yang memberitahunya, kenapa juga kedua orang tuanya di rumah tidak menelepon. Dia membalik badan dan melangkah keluar dari lingkungan sekolah. Terlambat ... mobil yang tadi pagi membawanya sudah tidak ada di sana. Harusnya dia segera bertanya pada Zibril apa m

