Aku tidak mengerti kenapa bagi warga kampung, terutama para tetanggaku selalu menganggap wanita yang belum menikah saat usia mereka dua puluh tahun itu tidak lagi. Lebih parah lagi mereka sesuka hati memberi label perawan tua padahal usiaku masih dua puluh satu tahun. Setelah lulus sekolah menengah atas aku langsung bekerja di rumah keluarga kaya. Selama tiga tahun bekerja aku sampai lupa mencari pria tepat untuk aku jadikan suami. Kini saat aku mendapatkan cuti dan pulang ke rumah, telingaku terasa panas karena para tetangga mulai membandingkan aku dengan Rina, Mesi atau juga gadis lain yang seusia denganku, tapi mereka sudah menikah. "Ndo, kamu beneran toh belum punya calon suami atau barangkali pacar gitu?" tanya Mimi saat kami berdua sedang duduk santai di depan teras rumah. "Mi aku

