“Naya, kamu basah kuyup dari mana?” tanya Riana saat membuka pintu kamar untukku. “Habis ngerjain tugas, untung tidak bawa laptop,” jawabku sekenanya sebelum menarik handuk di hanger dan masuk ke dalam kamar mandi dengan menyeret keset karena bajuku basah kuyup. Aku tidak ingin membuat Riana bertanya banyak hal sementara keadaanku sedang kacau. Iya … kacau karena ulah tak tahu malu yang begitu saja aku lakukan tanpa berpikir kalau Dean akan menolakku. Dingin … berdua dan sama-sama butuh pasangan untuk menghangatkan …. Namun, ketiga alasan itu tidak membuat Dean goyah dan tergoda akan sikap agresifku. Seperti apa sebenarnya sosok istri yang begitu Dean banggakan hingga saat aku mempertaruhkan harga diriku untuk menciumnya terlebih dulu, bahkan dia mampu menolak. Situasi di tengah guyura

