awal jatuh cinta

1546 Kata
Desta dan Sarah keluar dari kediaman Sanjaya, dia naik motor honda beat, menuju ke apartemen milik ayahnya yang cukup jauh dari kota dan melelahkan perjalanannya. Tubuh Desta kaku ketika turun dari motor, Sarah hanya diam saya di belakang. Mereka memasuki Apartemen yang di berikan ayahnya, bahkan aparetemen milik Ester lebih besar dari pada milik Desta sekarang. Desta menghempaskan tubuhnya ke atas Sofa yang sudah tersedia di sana. Apartemen ini milik papanya untuk para karyawan yang dari rantau. Tapi saat ini sudah tidak di gunakan lagi. Sarah semakin cemberut harapan untuk menjadi nyonya Sanjaya harus di uji seperti ini. Dulu padahal Ester dengan mudahnya mendapatkan fasilitas dari ayah Desta. Tapi dirinya yang di ketahui mereka sedang hamil cucunya hanya mendapatkan kemrosotan seperti ini. " des " sapa Sarah. " aku haus kita belum beli air minum dan kulkas kosong " ucap Sarah lagi. Memang selama ini Sarah menumpang hidup pada Ester karena pekerjaan tidak secemerlang Ester dan yang mengisi segala kebutuhan di apartement itu adalah Ester. Desta menghela nafasnya dia mengeluarkan kartu debit gaji dari kantor nya dan memberikan kepada Sarah, " belanjalah , aku lelah aku ingin merebahkan tubuh ku dulu " ucap Desta dan di berlalu menuju kamar utama di apartemen itu. Sarah diam membisu " padahal kamu selalu baik dan mau menurut apapun yang di katakan Ester tapi dengan ku kamu acuh sekali " batin Sarah. flash back Sarah pov "sayang, aku buatin telur ceplok dong di kulkas ada telurnya, ini aku akan kerjakan tugas mu kamu terima beres aja." ucap Ester di kala mereka sedang berada di apartemen Ester untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka. Aku melihat kebersamaan mereka merasa iri dengan kehidupan sempurna Ester, dia cantik, manis pintar dan satu lagi yang terlihat dia memiliki uang yang banyak. Saat itu ibu ku sedang sakit keras, Ester menawari ku perkejaan di sebuah cafe yang ternyata cafe itu miliknya. Pendidikan ku hanya tamat SMA, dan akan susah di jaman sekarang ini mendapatkan pekerjaan. Dan Ester bersedia untuk membantu pengobatan ibu ku. Lambat laun, aku di angkat jadi sahabatnya dan menjadi asisten pribadinya menjadi pendengar setia dengan segala celoteh Ester dan kekasihnya Desta. Rumah ku yang terlalu jauh dari pekerjaan membuat Ester iba kepadaku dia menawari ku untuk tinggal bersamanya di apartemen miliknya. Desta memang sering kesini untuk mengerjakan tugas dengan Ester, bahkan cafe yang aku kerjakan juga milik mereka berdua. Sudah banyak cabang yang di buka di Cafe DE'ES itu. Kadang ketika ada aku mereka juga sering berciuman mesra dan mungkin hanya sampai di situ, karena Ester dan Desta sangat tahu batasan dalam berpacaran. Umurku lebih tua dari Ester dua tahun saat ini Ester berumur 22 tahun hampir sama dengan Desta 23 tahun, yang aku tahu mereka sudah berpacaran lebih dari empat tahun sebelum aku mengenal mereka. Ester sempat menawari ku untuk kuliah. Siapa tahu nanti kamu ingin kerja kantoran itu alasan Ester untuk aku mau kuliah, untuk masalah biaya Ester pasti sanggup dan mau membantu ku kuliah. Tapi aku sudah tidak mau memikirkan segala tetek bengek perkuliah dan sekolah karena saat ini aku sudah mengerti asal bisa mendapatkan uang cepat aku akan lakukan. Sore itu aku sedang berkencan dengan kekasih ku Bayu. Saat aku berkencan aku selalu berahkir di hotel tanpa sepengetahuan Ester. Ester terlalu sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya dan hanya menyempatkan waktu dengan Desta mungkin satu minggu dua kali. Saat masa-masa skripsi mereka yang menguras tenaga dan pikiran. Hari itu seperti di sambar petir , Bayu mengajak perempuan lain ke hotel dan aku memergokinya. " bayu " teriak ku " apa-apaan ini" ucap ku kepada Bayu. " kamu kenal sayang ? " tanya wanita itu yang bergelayut manja di bahu Bayu kekasihku. " tidak, yang aku tahu dia pegawai Cafe De'es " ucap Bayu. " heh, jangan sok kenal dengan kekasih ku, dia ini manager perusahaan kami, dan aku sekretarisnya yang sekarang menjadi kekasihnya dia tidak akan level dengan kamu pegawai rendahan " ucap Wanita itu. Bayu tanpa peduli padaku berlalu meninggalkan ku dengan senyuman sinisnya. Semurah itukah aku, hanya di janjikan cinta dan sedikit materi membuat ku melayang di angkasa aku menyesal kenapa tidak mendengarkan Ester untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih bagus maka setidaknya aku bisa bekerja di kantoran. Dan sekarang pekerjaanku yang mampu menghidupi selama ini di anggap sebelah mata oleh sekretaris Bayu itu.. Aku menangis menahan pilu, harapan ku pupus ketika aku sudah di campakan seperti ini, keprawananku bukan aku jual namun aku berikan dengan sukarela. aku bodoh bodoh. runtuk ku dalam hati. Saat itu hujan turun membasahi bumi, seakan tahu bahwa ada satu manusia yang sedang nelangsa dalam hidupnya. Roda hidup berputar begitu cepat baru sebentar merasakan bahagia sekarang di hempaskan dengan rasa sesak menusuk di dada. Membuat lobang paru-paru mengangga. Siapakah aku yang bisa menaruh dendam kepada pria yang aku cintai namun membuang ku Siapakah aku yang ingin membalas dendam kepada orang yang menyakiti ku. Tapi hati ini merana hati ini sakit hati ini nelangsa. Aku ingin membunuhnya dan meluapkan amarahku melihatnya berdarah dan terkapar, dan segera mengirimnya ke alam baka, sungguh hati ini belum rela di seperti inikan. Aku pulang dengan tubuh yang sudah basah kuyup, tubuh ku mengigilku sesaat aku masuk apartemen. Tak kulihat Ester ada di sana, yang aku tahu dia sedang perjalanan bisnis dengan proyek barunya. walau statusnya masih mahasiswa tapi dia benar-benar sudah mampu mendapatkan proyek yang besar. Malah ada Desta yang sedang duduk di ruang tamu sambil menyeduh teh karena memang udara di luar sangat dingin. " Sarah , kamu kenapa " tanya Desta memberikan perhatian padaku. " aku siapkan air hangat mandilah dan segera ganti baju mu " ucap Desta cepat dia langsung masuk ke kamar mandi menyalakan keran dan membuat air hangat di bath up. Aku meringis dengan perlakuan Desta, Dia pria yang sangat baik, bahkan aku yang bukan siapa-siapanya dia perlakukan dengan baik. Siapa yang tidak berbunga hatinya ketika seseorang di hempaskan oleh pria yang sangat di sayangi namun di berikan perhatian oleh pria lain. Aku menyalah artikan kebaikannya. Aku sudah mandi dan sudah ganti baju. Saat itu aku melihat Desta sedang memasak, Desta yang melihat seluet tubuhku langsung berkata " duduklah , aku memasakan nasi goreng untuk mu " suruh Desta. Aku mendudukan tubuhku di meja makan dan menunggu nasi buatan kekasih sahabatku. Rasa ini begitu bahagia, bagaimana tidak aku yang selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian seperti ini , dan aku selalu mencari perhatian bahkan aku mengadaikan tubuhku untuk mendapatkan cinta dari seseorang walau itu semu. Tapi aku bahagia saat kekasih ku Bayu menyentuhku. Bayangan tentang Bayu belum hilang dari pelupuk mataku. Bahkan masih teringat jelas setiap detail tentang Bayu. Nasi goreng sudah tersedia di depan mataku. " makanlah " suruh Desta kepadaku. Selama ini aku tidak memperhatikan pria yang mendampingi sahabat ku itu. Layak Ester selalu setia kepadanya karena Desta memang memiliki senyum yang manis. " Ester - " ucap ku terpotong oleh Desta. " dia akan pulang larut malam, karena saat ini dia sedang perjalanan ke luar kota, dan jika hanya nasi ini kamu permasalahkan dia tidak akan seperti itu " ucap Desta yang tahu arah pembicaraan ku yang tidak enak karena memakan apa yang kekasihnya berikan padaku. Setelah hari itu aku jarang bertegur sapa dengan Desta, karena aku takut lupa diri untuk tidak menginginkannya, aku wanita yang sudah terjamah ada rasa rindu untuk di jamah. Seminggu telah berlalu aku pulang dari Cafe , aku mendapati Desta sedang mengerjakan proyeknya. Inisiatif ku untuk membuatkan kopi untuknya. sebagai balas budi karena dia baik padaku seperti Ester yang baik padaku. " Des minumlah " ucap ku pada Desta yang mungkin tidak menghiraukan kedatanganku. Karena mungkin apartemen ini adalah tempat ternyaman untuk Ester dan Desta mengerjakan pekerjaannya. Aku ingin masuk kekamarku lagi. Tapi entah kenapa aku urungkan hati ku tergoda dengan leher jangkun milik Desta. Aku menatapnya ketika dia meminum kopi yang aku buatkan. Senyum hangatnya menyapa ku " kopi mu pas untuk ku, pantas Ester menjadikan mu manager cafe dan asisten pribadinya ternyata memang kamu sangat cakap dalam hal itu " ucap Desta memuji ku. Aku bahagia tentu saja dengan pujian itu. Aku sangat haus akan pujian jiwa narsiskupun tumbuh dengan cepat. " benarkah , aku memang pantas menjadi manager cafe itu " ucap ku sambil menyombongkan diri. Desta menatapku dengan rasa yang tidak bisa di jelaskan. Tapi sedetik kemudian dia berlalu ke dapur untuk mencuci piring yang dia gunakan untuk makan. Aku menghampiri nya dan menawari untuk mencucikan piringnya, namun dadaku aku rapatkan ke dekat tangannya dan ya, tangan menyenggol aset ku yaitu payudara ini. " maaf, maaf " ucapnya karena tidak sengaja menyenggolku. " tidak apa-apa " ucapku dengan tersenyum. Mata kami saling beradu pandang, aroma maskulin itu memabukanku. Namun aku urungkan niatku. Tapi naas setelah aku mencuci piring itu tubuhku ambruk , entah karena aku kelelahan atau apa. Desta menggendongku untuk memasukanku kedalam kamarku, menghirupkan ku dengan minyak kayu putih supaya aku lekas bangun. Dan ketika aku bangun ada nafas lega dari Desta. " kamu kenapa " tanya Desta dengan suara yang sangat lembut. " aku mungkin hanya lelah " ucap ku padanya. " perlu aku panggilkan dokter " tanya Desta " tidak usah, dengan tidur besuk pasti aku sehat kok " ucap ku padanya untuk menenangkan hatinya. " baik kalau begitu, Ester sudah sampai di bawah aku keluar ya mungkin sebentar lagi dia sampai di sini " ucap Desta dengan lembut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN