31 | Tenang Sebelum Badai

1586 Kata

Fazran untuk kesekian kalinya kabur dari pantauan Yudit yang sedari kemarin tidak hentinya mengomel soal dirinya yang terus mengkonsumsi alkohol. Dia sudah berada di bar dekat sebuah kampus. Dia yakin Yudit tidak akan menemukannya disini. Fazran hanya ingin melupakan sedikit masalah yang menimpanya. Melupakan bayangan Naya yang menangis di hadapannya karena setiap mengingat itu dadanya akan terasa sesak. Untuk yang ke 5, gelas whisky terangkat menuju bibir Fazran dan isinya tumpah menuju kerongkongan Fazran. Rasa pahit dari whisky langsung tercecap di lidah Fazran namun meninggalkan sensasi yang membuat siapapun akhirnya ketagihan dengan minuman ini. Kepalanya sudah terasa pusing tapi dia tidak bisa berhenti. Dia hendak menuangkan whisky ke dalam gelasnya lagi sebelum ponselnya berbunyi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN