24 | Sleep Well

2014 Kata

Naya memukuli kepalanya sendiri di dalam toilet, karena masih segar di dalam ingatannya dia baru saja berciuman lagi. Ulangi, LAGI, dengan Fazran. Dia bahkan sudah bersumpah akan megindari atau menolak ciuman dari pria itu. Tapi apa yang terjadi? Tadi dia bahkan membalasnya dan ikut larut dalam ciuman yang kemudian berubah menjadi panas dan b*******h, karena mereka sampai saling menindih di atas sofa ruangan Fazran. Dan kalau saja telfon ruangan Fazran yang tidak berhenti berbunyi meraung-raung di dalam ruangan Fazran, entah apa yang akan terjadi saat itu. Dia ingat sekali tangan Fazran yang bersentuhan dengan kulit di punggungnya. Ya, tangan pria itu menyelinap masuk ke dalam kemejanya. Sudah bisa dipastikan saat ciuman—ralat, cumbuan itu terhenti, separah apa penampilan Naya. Fazran m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN