142

1080 Kata

Pagi itu mendung. Namun secara perlahan terik mentari mulai menyinari bumi pertiwi meski agak pelit menyemburkan panasnya. Aktivitas padat tetap berjalan seperti biasanya. Tidak menjadi pengaruh walau cuaca tak menentu. Datangnya bak tukang tagih utang. Belum jatahnya bayar udah nongol di depan pintu rumah. Gema dan Alara walau sedang berselisih juga menunjukkan sikap yang biasa saja. Berangkat dan pulang bersama walau nggak ada lagi sikap romantis di antara keduanya. Bukan keduanya, sih, hanya Gema yang masih ingin mempertahankan keromantisan sementara Alara sudah ogah-ogahan dan malas. Terlibat obrolan mendalam dan panjang bersama Gema saja Alara inginnya buru-buru menyudahi. Apa lagi sampai harus mesra kayak dulu. Nggak, deh, makasih banget. Alara males buang-buang waktu buat orang ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN