112

1243 Kata

"Gimana rasanya menang, Jas?" tanya Alara setelah melihat Jasmine pulang dari acaranya yang keren. "Tante ikut seneng." Alara serius memberi pujian bukan sekadar ucapan meski bagi telinga orang lain yang mendengarnya itu sarkastik. Enggak, Alara tulus dan nggak punya niatan lainnya. Terlepas dari benar atau tidaknya tindakan Jasmine, semua itu menjadi tanggung jawab atas keputusan yang Jasmine ambil. Alara nggak punya hak mengomentari apa lagi menghakimi. "Awalnya Tan …" Jeda Jasmine dengan wajah yang Alara sendiri tidak bisa menebak. Ekspresi apakah itu dan apa yang sedang Jasmine rasakan. "Aku bangga tapi setelahnya aku ngerasa ini nggak ada gunanya." Alis Alara berkerut. Jawaban Jasmine membuat Delisha keheranan. Bukankah berbangga diri atas apa yang berhasil kita capai adalah bentuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN