"Mas cepetan nikahin Daniah, ya." Mosa meminta kepada Prabu begitu berada di dalam mobil. Mesin belum dihidupkan saat ucapan itu masuk ke rungu Prabu. "Biar kita cepat punya anak. Biar lebaran tahun depan kita ke rumah Mama sama Papa sama anak kita." Prabu dan perasannya tidak ada dalam daftar hidup Mosa Hutama. Hanya dalam rencana namun tidak memikirkan segalanya. Dampak sakit yang Prabu rasakan dan cinta yang sia-sia bukan suatu hal yang akan Mosa pikirkan. "Mas, kenapa diam?" Prabu cepat sadar dan segera menghidupkan mesin mobil. Lekas meninggalkan pelataran rumah milik mertuanya, keluar komplek dan bergabung dengan mobil-mobil lain di jalanan. Jakarta lengang karena sebagian penduduk yang bermukim mudik. Kembali ke kampung halaman masing-masing setelah dua tahun tidak pulang dan

