105

4049 Kata

"Kenapa nggak mau ikut?" tanya Gema yang sudah siap dengan kemeja hitam serta pecis yang Alara siapkan. "Abang tinggal nggak apa-apa?" Alara memutar bola matanya malas. Deket, cuma pindah tempat ke komplek sebelah dan Gema udah kebakaran jenggot khawatir kalau Alara kenapa-kenapa. "Aku tuh takut Bang. Di samping aku yang lagi hamil besar dan kata Mbak Imas pamali kalau kita takziyah ke orang yang meninggal. Nanti kena sawan gimana? Gosipnya juga, keluarga ini penganut pesugihan. Udah jelas dong dia butuh tumbal. Kalau … aih pokoknya aku nggak mau Bang. Nggak mau punya pikiran jelek juga. Kayak nggak tahu aja aku ini suka overthinking." "Overthinking jangan dipelihara Yang. Konsepnya nggak kayak gitu, Sayang." Gema kembali duduk setelah tadi berdiri dan bersiap untuk pergi. Karena ini te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN