140

3164 Kata

"Kapan mau ke Semarang?" Mosa menelepon di siang hari yang terik saat Alara sedang padat-padatnya sama pekerjaannya. Ibu rumah tangga satu ini emang gabutnya nggak ada obat. Bahkan saat bertanya seperti itu pun masih sanggup ngikik kayak kuda kejepit pintu. Berasa kayak guyonan aja hidupnya padahal tahu kalau Alara jadi manusia super sibuk sejak dulu kala. "Amit-amit!" jawab Alara disertai dengkusan. "Ya kali Dera kudu banyak izinnya ke sekolah. Udah mau ujian dia, les dia juga padat." "Wah …" ujarnya tanpa berdosa. "Ponakan gue luar biasa banget. Kecil-kecil cabe rawit nyaingin Emak Bapaknya. Sibuknya nggak ada obat, pintarnya bikin kalang kabut orang. Ck! Ini antara lo yang punya ambisi bikin anak pinter atau lagi ngajak saingan sama anak tetangga!" "Maunya Dera gitu. Lo nggak tahu a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN