Alara Senja mau heran tapi nggak jadi. Ini adalah Widya Septia–seorang kawan lama Alara di zaman SMA dulu. Kebetulan sudah bermukim di Jakarta dan bekerja sebagai manager di salah satu distrik perekonomian yang ada di Jakarta. Sudah lama berkabar dengan Alara namun baru hari ini niat itu tersampaikan dan bisa bertatap muka. Kesan pertama dari Widya kaget. Perut Alara besar dan kayak berat membawa melon semangka itu ke mana-mana. Widya emang lebay! Padahal dulu datang ke acara pernikahan Alara dan cuma cengar-cengir doang. Eh sekarang pakai acara terkejut segala. "Ya kali nikah kagak hamil, Wid. Apa kata dunia?" ujar Alara menirukan salah satu cargon terkenal pada masanya. "Nikah untuk hamil, jangan salah mengartikan kamu, Wid!" "Gue nikah biar ada yang nafkahi." Tapi belum siap menika

