147

1019 Kata

Pusing. Itu yang Alara Senja rasakan malam ini. Melihat Gema pulang terlambat di jarum jam pendek hampir mendekati angka 12. Rasanya sesuatu yang tidak ingin Alara katakan harus keluar meski terpendam dalam hati saja. Aroma lain yang Gema bawa masuk ke dalam rumahnya, membuat Alara membencinya walau sudah coba berdamai dengan egonya. Tapi istri mana yang rela membagi suaminya dengan wanita lain? Alara masih waras. Rasanya sakit hati yang Alara rasakan kian bertambah. Bertubi-tubi datangnya tanpa bisa memberinya jeda jika Alara pun butuh untuk bernapas. Sampai Alara bertanya pada dirinya sendiri, apa kurangnya Alara? Di mana letak ketidakpuasan Gema dengan Alara yang selama ini telah mencoba menjadi seseorang yang sempurna. Gema yang tidak bisa bersyukur atau Alara yang terlalu egois denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN