Pagi buta Mosa duduk di balkon kamarnya. Membawa secangkir kopi hangat dan memandangi gemerlap lampu kota Jakarta. Sunyi menjadi lebih menenangkan hatinya yang kalut sejak kemarin. Ada banyak pertentangan yang merasuk ke dalam pikiran Mosa. Satu sisi inginnya marah dan merutuki tindakannya yang gegabah namun sisi lainnya berbisik untuknya berbuat lebih jauh lagi. Bahwa tidak apa mengambil keputusan ini untuk kemudian menjadikannya sebuah pelajaran. Tapi Mosa manusia bebal yang enggan untuk belajar. Apa yang menurutnya pantas dilakukan, maka akan Mosa lakukan. Termasuk saat meminta Daniah menjadi istri kedua bagi Prabu. Semuanya telah tersusun rapi dan terencana. Tidak peduli jika Prabu menentangnya. Prabu masih terlelap saat Mosa turun dari atas ranjang. Ke dapur membuat kopi dan berakhir

