“Selamat, Kak Arsen!” “Selamat, Ash!” ucap Leo. “Kita dari tadi cariin kamu, kamu duduk dimana?” tanya Lexia. “Aku duudk di meja Vina dan Vian,” jawab Leo. “Lalu Kak Vian mana?” tanya Lyona. “Cie … yang cari Vian,” goda Leo. “Sembarangan, aku kan cuma tanya,” ucap Lyona. “Kok yang ditanya cuma Vian?” goda Leo. “Kan sudah mewakili, Kak Vina kan selalu bareng Kak Vian,” ucap Lyona. “Tau nih kamu ini, Leo, gak pintar-pintar,” ucap Lxia. “Sudah-sudah, jawab yang benarlah, Leo,” ujar Arsen. “Lagi jalan, biasa mereka kan lemot jalannya,” ucap Leo, “Karena Vina kesusahan pakai higheels 15 cm.” “Hah?” ucap Ashley. “Kamu juga gak percaya kan, Ash? Aku juga kaget pas lihat Vina datang-datang dengan higheels 15 cm,” ujar Leo. “Sudah kamu dokumentasikan?” tanya Ashley. “Untuk apa?” tany

