Matthew sebenarnya siapa?

1039 Kata
Berbaur dengan orang-orang kaya, membuat Sang Matthew terkesan percaya diri, ia memang cenderung percaya diri daripada harus mempermalukan diri. Andai ia memiliki darah bangsawan, ia pasti akan memamerkan apa yang ia miliki pada semua orang. Ketika seseorang berkenalan dengannya, ia mengatakan bahwa ia memiliki perusahaan pertambangan emas yang di ekspor hingga ke beberapa negara. Bukan hanya perusahaan pertambangan, ia juga memiliki perusahaan industri, mode raksasa hingga dibidang lainnya. Semua orang kagum mendengar pekerjaan yang di tekuni Matthew, sampai beberapa dari mereka menganggap Matthew dari keluarga Manzano, yang terkenal kaya raya, terkenal di dunia, terkenal memiliki aset yang tak akan pernah putus dan terkenal memiliki pendapatan hingga triliun rupiah perbulannya. Luar biasa, bukan? "Tapi, saya tak pernah melihat Anda di dunia bisnis, saya adalah orang yang cukup aktif pada beberapa bisnis, tapi saya tak pernah melihat Anda," celetuk salah satu pria bersetelan jas berwarna merah maaron. "Saya juga tak pernah melihat Anda. Atau ... saya memang tak aktif di bisnis dalam negeri?" Matthew tak mau kalah. Semua orang tertegun bangga melihatnya. "Dan, biasanya orang-orang dari keluarga Manzano, selalu ditemani asisten. Anda tak memiliki asisten?" terdengar pertanyaan dari arah lain, membuat Matthew makin tak bisa bergerak. Sebagian orang tak percaya kepadanya, karena sebagian dari mereka juga menganggap bahwa keluarga Manzano adalah keluarga yang tak bisa sembarangan di temui. Jessie menggaruk leher belakangnya yang tak gatal, baru kali ini Matthew terlihat bingung. Jessie sudah berusaha membantu, namun Matthew mengatakan agar ia tak ikut campur. Karena semua orang pasti akan meremehkannya jika menganggap bahwa ia tinggal dibawah ketek Jessie, wanita kaya yang juga memiliki kekayaan dengan pendapatan ratusan juta perbulannya. "Saya tak perlu asisten dalam acara pribadi seperti ini." Matthew kembali menjawab. Ia tak mau kalah dan ia tengah mengepal tangan kanannya. "Percaya saja kepadanya. Dia orang Manzano, anggap saja begitu," kekeh mereka semua, sengaja mengejek Matthew. "Bukankah Tuan Daniel Manzano akan datang?" "Benar. Katanya sedang dalam perjalanan." "Saya ingin tahu, apakah Tuan Daniel mengenal sampah ini," tunjuk pria yang bernama Xiter salah satu tamu undangan yang datang. "Jangan biarkan dia pergi. Saya mau tahu apakah Tuan Daniel mengenalnya. Dasar pria sombong." "Xit, kenapa kamu mengatakan itu pada calon suamiku? Apakah kamu masih ada rasa padaku? Jangan membuang-buang waktumu menanggapi hal seperti ini, kita ini sudah tak memiliki hubungan apa pun, jadi kamu semarah apa pun juga tak akan mengembalikan hubungan kita." Kali ini Jessie menunjuk Xiter, pria yang tak lain tak bukan adalah mantan suaminya yang ke 4. "Aku hanya ingin tahu. Pria seperti ini mamu temukan dimana. Aku sangat yakin, dia bukan siapa-siapa." Xiter tertawa mengejek membuat Matthew geram dan langsung menarik kerah baju Xiter. "Xiter, STOP! Aku minta padamu jangan menggangguku lagi. Kamu sudah akan menikah dengan wanita yang berasal dari keluarga Manzano, bukan? Jangan tanyakan pada Tuan Daniel. Tanyakan saja pada calon istrimu." Jessie menghela napas panjang. "Lagian semua rencanamu dan keinginanmu sudah Tuhan berikan. Dan, sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga Manzano. Tak ada yang perlu kamu khawatirkan." Matthew tak perduli dengan tatapan semua orang, ia tak punya nama untuk dilindungi, ia tak punya keluarga yang bisa malu karena perbuatannya, tapi ia yakin sekali, satu tinju melesat ke wajah Xiter, pasti malam ini juga akan membuatnya mendekam di penjara dan ia tak mau melakukan itu. Ini hanya pekerjaan baginya, Jessie adalah kliennya. Kliennya adalah orang yang sudah membayarnya. Jadi, ia tak boleh mempermalukan Jessie bagaimana pun caranya. "Matt, lepaskan. Kita pergi dari sini." Semua orang kaya sedang berkumpul di aula hotel ini, semua orang kaya dengan pakaian yang mahal berdatangan, tak ada satupun dari tamu undangan yang berada di kalangan bawah hadir, pemilik pesta adalah salah satu anggota dewan di negara ini. Semuanya berbondong-bondong datang dan memenuhi aula yang di dekorasi begitu indah, ada bunga-bunga di perjalanan menuju altar, langit-langit aula dibuat seperti mereka berada di atas langit, alunan musik khas juga terdengar mengalun indah yang diciptakan langsung para pemain biola di atas sana. Acara ini juga diliput banyak media, karena pernikahan yang di anggap pernikahan orang terkenal, harus dimuat dalam artikel besok. Benar-benar pernikahan impian bagi semua wanita. Tapi pernikahan mewah seperti ini tak cukup, karena menikah tak seindah dibayangkan. "Saya bisa membuat perusahaanmu bangkrut, Jessie. Jadi, kamu jangan sampai membela pria ini." Xiter kembali mengancam. Matthew melepaskan kerah baju Xiter secara paksa membuat Xiter bergeser dari tempatnya berdiri tadi. "Matt, tahan. Jangan membuat masalah. Media sedang mengarah pada kita." Jessie berbisik pada Matthew. "Kenapa kau tak mengatakan kalau Xiter adalah mantan suamimu? Andai kau mengatakannya lebih awal, aku tak perlu membual tentang pekerjaanku," jawab Matthew mulai merasa tak aman jika ia tetap berada di sini. "Aku tak tahu kalau ternyata kamu akan membawa nama keluarga Manzano. Makanya kalau sombong jangan kelewatan." Jessie mencubit lengan Matthew. "Kamu menyalahkanku?" "Tuan Daniel datang," kata salah satu temannya yang kini menaruh gelas berleher tinggi di atas meja. Xiter menyunggingkan senyumnya dan langsung berdiri tegap, kedatangan Daniel benar-benar membuat semua orang seolah-olah tersihir oleh kehadirannya, semuanya membungkukkan badan, dan Daniel langsung menyalami orangtua pengantin dan memberikan ucapan selamat. Karena dua anggota dewan telah berbesanan, dan dunia politik ada ditangan mereka. "Ayo pergi dari sini, Matt," tarik Jessie. Rahasianya akan terbongkar juga jika ia tetap di sini. Ia sengaja membawa Matthew kemari dan menjadikan pria tampan itu sebagai pasangannya, karena ia ingin menunjukan ke mantan suaminya bahwa ia tak menyesal bercerai. "Diam di sana!" teriak Xiter. Semua orang kembali melihat ke arah mereka, mereka ikut penasaran apa yang menjadi alasan perdebatan antara Jessie dan Xiter. Daniel melihat Xiter dan ia langsung mendekat, ia ingin memberitahu Xiter agar tak membuat masalah di acara orang, karena nama baik keluarga Manzano akan dipertaruhkan jika Xiter memperlakukan seseorang dengan apa yang ia miliki. Keluarga Manzano bukan hanya terkenal kaya raya dan konglomerat yang memiliki kekayaan yang tiada habisnya, tapi juga terkenal baik karena selalu memberikan donasi pada orang-orang yang membutuhkan. "Ada apa, Xiter?" tanya Daniel menepuk pundak calon menantu kemenakannya itu. "Tuan, saya ingin bertanya, apakah dia benar-benar dari keluarga Manzano? Atau, dia bekerja di keluarga Manzano?" tanya Xiter. Daniel melihat arah jari Xiter yang menunjuk seseorang yang saat ini bingung. Daniel membuatkan mata ketika melihat pria yang di tunjuk Xiter, pria itu membuat wajah Daniel memucat dengan bibir gemetar, ia sampai tak bisa mengatakan sesuatu saking terkejutnya. . Apa yang membuat Daniel terkejut?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN