Serena datang ke rumah orangtuanya, seelah seminggu beristirahat di rumah dia akhirnya bisa datang untung menjemput Savia. Hari ini, hari yang sangat dia tunggu-tunggu. Selain karena bisa menjemput Savia, dia juga akan bertemu kedua orangtuanya. Mereka menyambutnya dengan hangat, beruntung semua luka-lukanya sudah tidak terkihat lagi. Serena pasti membuat merrka sedih jika luka-luka itu terlihat termasuk yang ada dibelakang lehernya. “Masuk, Nak.” Serena menyalami kedua tangan orangtuanya lalu masuk ke dalam. Dia duduk di sofa lalu bersandar dengan nyaman. Sementara itu, Agam menyusulnya kemudian. Mereka duduk berdampingn dan menunggu ibunya kembali keluar. “Mama, kangen!” Serena memeluk mereka satu persatu. Matanya berkaca-kaca melihat mereka yang tampak sedikit kehilangan berat bada

