Serena melambaikan tangan ke arah Agam, sekarang mereka sedang liburan. Dia sedang hamil tua, usia mendekati delapan bulan. Ketiga anak-anaknya sudah besar dan sedang bermain di pinggir pantai. Dia melihat Agam ingin kembali, tetapi dia memberi tanda jika dia yang akan turun ke bawah. Serena berjalan dengan hati-hati, di hamilan keduanya ini dia sudah terbiasa. Tidak seperti dulu ketika hamil pertama. Kondisinya juga lebih stabil, dia tidak memiliki banyak kemauan sekarang. Emosinya juga tidak seperti dulu yang sangat merepotkan banyak orang. “Kenapa kembali? Yang jaga anak-anak siapa?” tanya Serena ketika mendapati Agam berdiri di depan pintu. Agam tersenyum lalu meraih dan menggenggam tangannya, “Ada Savia yang menjaga adik-adiknya.” “Syukurlah, tapi jangan lama-lama. Apa saja bisa

