Savia diminta datang ke kantor polisi. Hari ini, dia di temani oleh kedua orangtuanya. Dia bersyukur karena kali ini tidak ada wartawan yang memotret atau merekamnya secara langsung. Savia masuk ke dalam dengan gugup. Dia sudah pernah pergi ke sini untuk mengantar barang ayahnya dan dulu dia biasa saja krtika masuk ke kantor ini. Tetapi, sekarang berbeda. Dia hanya bisa meremas tangan ketika mulai masuk ke ruangan ayahnya. “Mom, kita akan baik-baik saja kan?” tanya Savia. Ibunya mengangguk pelan, “Kalau ada sesuatu yang terjadi, Papa pasti akan membela kamu.” Savia lebih tenang setelah mendengar ucapan ibunya, dia berkeliling di kantor ayahnya yang cukup luas. Walupun begitu rasa gugupnya kembali datang, Savia akhirnya hanya menatap pemandangan di luar dari jendela. Ayahnya tidak m

