Agam bangun pagi-pagi sekali, tetapi dia malah berbaring menatap istrinya yang masih tertidur pulas. Agam tersenyum lalu memperabiki anak rambut yang ada di kening Serena, tidak lama kemudian dia mengecup pipi, hidung lalu matanya. Serena langsung terbangun, dia menangkap dan mencubit bibir Agam dengan jari telunjuk dan juga ibu jarinya. “Hm, masih ngantuk.” “Aku juga, ayo tidur lagi.” Ucao Agam lalu menarik Serena kembali masuk ke dalam pelukannya. Serena mengelus-elus wajahnya di d**a bidang Agam, “Hangat, sekarang jam berapa?” “Jam lima pagi, kamu tidurlah. Biar aku yang menjagamu.” Uvap agam sembari mengelus kelopak mata istrinya. Serena tersenyum, dia menambah erat pelukannya di pinggang Agam. “Sudah pagi.” “Kalau begitu apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Agam. Serena mendong

