Agam duduk di depan Serena, dia menunggu istrinya itu berhenti menangis dan bisa lebih tenang untuk di ajak berbicara. Dia sempat mengusap ujung matanya karena merasa emosional saat mendengar tangis Serena. “Jangan duduk di lantai.” Serena menariknya untuk duduk di kursi, Agam mendekatkan kursi mereka dan memeluk istrinya dari samping. “Maafkan aku, karena berbohong.” “Sudah kumaafkan.” Jawab Serena serak sembari mengusap air matanya. Agam mencium puncak kepalanya lama, “Sudah ya nangisnya, nanti babynya ikut sedih.” “Iya, ini juga sudah pilek.” Balasnya sembari mengambi tissue. Mereka terdiam, keduanya dengan pikiran masing-masing. Agam masih menenangkan Serena, dia sebenarnya ingin menceritakan permasalahan ini saat dia pulang. Tetapi, Serena dudah lebih dulu mengetahuinya karen

