"Pa, aku membatalkan pernikahanku dengan Intan" ucap Darrel lalu meneteskan air mata
"loe kenapa" bisik Dallin Di samping Darrel
"Intan selingkuh. Dia salah telpon. mungkin seharusnya ke selingkuhannya tapi telpon gue" jawab Darrel masih di telpon dengan Alfian
"papa akan ngomong sama Riko" kata Alfian di telpon
"oke pa"
Setelah beberapa saat Om Riko, Om Alex, dan Om Dion datang bersamaan. Darrel langsung mengajak Om Riko duduk sedikit menjauh dari yang lain. Darrel memutar Rekaman pembicaraannya dengan Intan saat di telpon. Raut wajah merah padam terpancar di wajah dan mata Om Riko, dan raut sedih terlihat dari wajah dan mata Darrel. Dalam waktu semalam kesedihan hari Darrel bertambah.
"Darius... anak ini selalu menganggu ketenangan keluarga saya" ucap Om Riko marah
"dia siapa om?" tanya Darrel
"orang yang menyukai Intan sejak kecil. Namun dia suka mabuk, dan pernah memakai narkoba"jawab Om Riko
"maaf Om, bagaimanapun saya tidak bisa lanjut dengan Intan" ucap Darrel
"Om paham. maafkan Intan ya Darrel. Om pergi dulu. salamkan untuk Shylla nanti" ucap Om Riko lalu pulang
"Alex di ruang operasi. ayo pulang" ucap Dion
"pa aku disini dulu ya" pinta Xiu
"iya sayang. Dallin Hati-hati saat menyetir" kata Om Dion lalu pulang dengan Om Riko
Om Alex keluar dari ruang operasi. Tapi sepertinya Operasi belum selesai. Om Alex hanya diam lalu berbicara sebentar dengan Alfian di telpon. Kevin mendengar Shylla patah tulang paha fraktur batang femur. Yaitu cedera parah yang terjadi di poros femoral, yaitu bagian tulang paha yang panjang dan lurus, dan jenis patah tulangnya ada fraktur miring, yaitu bentuk retakannya miring.
"lalu sekarang bagaimana keadaan Shylla pa? langsung pasang pen?" tanya Kevin
"lihat nanti" jawab Alex
"pa, izinkan aku secepatnya menikahi Shylla" ucap kevin
"apa maksudmu" tanya Alex
"agar aku bisa merawatnya" jawab Kevin
"kita bicarakan lagi setelah Alfian pulang" jawab Alex
"papa pulang kapan om?" tanya Dallin
"penerbangan besok pagi" jawab Alex lalu pamit pulang
"kenapa buru-buru menikah?" tanya Xiu
"kau pasti bisa menebak Xiu, jika tidak di segerakan Shylla pasti membatalkan pernikahannya" ucap Kevin
"menurut watak Shylla seperti itu mungkin terjadi" kata Dallin
"minder?" tanya Darrel
"kenapa loe ikutan ngomong? pergi loe" ucap Xiu kasar
"xiu... jangan marah lagi..Darrel tidak akan menikahi Intan" kata Dallin
"semua yang disini sudah tau hal itu. hanya saja Shylla belum selesai di kamar operasi!" ucap Xiu
"dokter keluar" pekik Dallin
Setelah dokter keluar dan berbicara dengan kevin, Shylla di pindahkan ke recovery room. Shylla tersadar di recovery room dengan Kevin di sampingnya. Tapi karena Shylla merasakan pusing, lelah, dan mengantuk akhirnya Shylla tertidur lagi. Setelah dirasa stabil, Shylla di pindahkan ke kamar perawatan. Karena kondisi Shylla membaik, Dallin dan Xiu pulang. Darrel tetap tinggal di rumah sakit bersama Kevin.
Shylla sadar sepenuhnya sore hari. Terlihat Kevin tidur di sampingnya. Tidak jauh ada Darrel yang berdiri menghadap keluar jendela sambil minum segelas kopi.
Shylla melepaskan alat bantu pernafasannya, Darrel yang mengetahui, berbalik dan segera menghampiri Shylla.
"sayang kamu sadar?" tanya Kevin terbangun
"aku dimana?" tanya Shylla pelan
"dirumah sakit sayang" jawab Kevin
"maaf dek. kamu kecelakaan karena kakak" ucap Darrel
"kecelakaan?" tanya Shylla yang masih belum mengerti maksud perkataan Darrel.
Shylla mencoba mengingat kejadian sebelum ini. Ya, Shylla teringat. Ia yang berusaha mengejar Darrel, hingga berakhir mobilnya terbalik. Shylla berusaha duduk tapi ada yang salah dengan kakinya. Ia membuka kakinya yang tertutupi selimut. Air mata Shylla mengalir tapi mulutnya tak mampu mengeluarkan suara. Disaat yang sama Dallin, Xiu, Alex, Rumi (mama Kevin) dan Alfian datang.
"ini.. aku... " ucap Shylla bingung dan sedih
"kamu.. patah tulang paha dek" ucap Darrel
"patah tulang... aku... aku gak bisa jalan vin... aku cacat" ucap Shylla yang tangisannya semakin kencang
"sayang..." panggil papa lalu memeluk Shylla
"pa... aku cacat... aku gak bisa jalan" tangisan Shylla merebak di dekapan papanya
"sabar sayang. kamu akan sembuh... calon suamimu dokter hebat" ucap papa
"calon suami? kevin mau nikah sama cewek cacat kayak aku pa? dia pemimpin rumah sakit... punya istri cacat pa? dia gak mau" kata Shylla dengan suara paraunya
"sayang aku mau. sayang segeralah menikah denganku. jika perlu besok. disini" ucap Kevin
"kevin... serius?" tanya Alfian
"saya serius om. saya ingin merawat Shylla" ucap kevin mantab
"aku gak mau pa... pa... aku gak mau nikah sama siapapun... aku cacat.. gak bisa jalan..." ucap Shylla mulai putus asa... "vin... suntik mati aku vin... aku bakal merepotkan semua orang..." lanjut Shylla yang mengenggam erat tangan kevin
"dek jangan putus asa. kita mau rawat kamu. kamu bakal sembuh" ucap Dallin
"pa.. om dan tante Alex juga pasti gak mau punya menantu cacat. iya kan om?" tanya Shylla memandang mama dan papanya kevin
"Shylla, om dan tante sayang kamu. bagaimana pun keadaanmu" jawab tante Rumi
"Shylla dunia tidak runtuh.. ada kami bersamamu" ucap Alex
"gak... gak.. gak...." teriak Shylla memberontak namun ia jatuh pingsan
"Shylla.. dek.. dek.." panggil papa
"gakpapa om, Shylla hanya kelelahan" ucap Kevin setelah memeriksa Shylla
"Alex, Rumi.. maafkan Shylla" ucap Alfian
"kami paham. Ia kemungkinan mendapat trauma atau depresi akibat kecelakaan ini" ucap Alex
"sayang... jika kamu ingin segera menikahi Shylla, segera urus semuanya" kata Rumi
"sudah bunda, semua sudah beres" ucap Kevin dengan mata yang terus menatap Shylla yang terpejam
"bagus.. kita bisa segera melaksanakannya" ucap Alex
"hanya perlu persetujuan Shylla" ucap Kevin
"vin, rel kalian pulanglah istirahat, bersihkan badan. biar gue sama Dallin di sini" ucap Xiu
"gak. gue mau di sini" ucap Kevin
"sama" lanjut Darrel
"pulanglah... kalian bisa kemari nanti" bujuk Xiu
"Darrel ikut pulang dengan papa" kata Alfian
"gue udah minta bunda bawain baju gue. lagipula rumah sakit ini rumah kedua gue sekarang" ucap Kevin lalu duduk di samping Shylla dan mengenggam tangan Shylla yang tampak dingin putih pucat
"baik.. kami pulang dulu. selalu kabari kami jika terjadi apapun" ucap Darrel lalu pulang bersama Alfian, Rumi, dan Alex.
***