44 : Last but not Least (End)

3299 Kata

Malam pengantin mereka dipersiapkan oleh Renata dengan seksama dan detil. Valen melongo saat dibawa masuk ke ruangan serba hitam itu. Didalamnya terdapat alat-alat yang terlihat aneh baginya. Mengapa hawanya berasa seram gitu ya? Bulu tengkuk Valen meremang. "Rere, ruangan apa ini?" tanya Valen bingung. "Ini kamar pengantin kita, Sayang," cengir Renata. Valen membulatkan matanya, agak panik. Meninjau suasana seram kamar pengantinnya, naga-naganya pasti tak beres nih. "Apa kita tak bisa memilih tempat yang lebih terang?" Renata memutar matanya malas. "Malam istimewa seharusnya di tempat istimewa, Sayang." Apakah harus seperti ini tempat istimewanya? Valen menghela napas. "Kenapa tidak memilih tempat yang agak tenang dan terang?" usul Valen. "Sayang, ini berkaitan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN