Renata mulai merasakan tajamnya ujung pedang yang menusuk dadanya. Meski terasa perih, Renata tak menghiraukannya. Hanya kebahagiaan yang menghampirinya. Mengira setelah ini ia bisa berjumpa dengan kekasih hatinya. Saat pedang itu semakin dalam menusuk dadanya, Renata merasa ada yang menahan pedang itu. Tapi dia tak yakin. Kegelapan segera menguasai dirinya. *** Apakah aku sudah meninggal? Rasanya sunyi. Damai. Gelap. Hampa tak ada siapapun. Tak ada apapun! Bahkan kesedihan, kepedihannya pun menghilang. "Rere... " Suara itu! Aku amat mengenalinya! Aku menemukannya! Meski di alam kematian. Tapi kami bersama. Rasanya kini aku menangis dan tertawa bersamaan. .... "Rere, sadarlah," suara lembut itu menghentak kesadaran Renata. Perlahan-lahan Renata membuka mat

