Di mansionnya di tengah hutan, Damon tengah berjalan sambil mempelajari sebuah dokumen saat Selena menegurnya. "Apa yang kau pegang itu, Damon?" Perlahan~lahan Damon menyembunyikan dokumen yang dipegangnya ke balik punggungnya. "Tak penting, Istri. Hanya dokumen kerajaan iblis yang remeh." Sudah cukup lama menjadi istri Damon, Selena tahu persis kelakuan b*****t suami tengilnya. Tentu dia tak percaya begitu saja. "Damon, kemarilah,” pinta Selena. Damon menggeleng sok jual mahal. "Maaf Sayang, aku tahu diriku menarik dan menggairahkan. Tapi kali ini tunda dulu hasratmu. Aku masih punya sesuatu yang harus kubereskan," cengirnya lebar. Selena menahan kesal dalam hatinya, namun diluarnya wajahnya tersenyum menggoda. "Betulkah?" Selena menjilat bibirnya s*****l. "I... iya, Sayang

