"O-oh, sorry. Saya pikir anda mirip sekali dengan sahabat saya, namanya Alice." Cassie hanya diam. Tentu saja tak begitu menggubris. Ia pikir ya hanya akal-akalan saja biar bisa berkenalan. Dari kemarin-kemarin memang banyak bule yang tertarik dengan wajahnya. Ya mungkin karena dianggap serumpun dari tipikal fisiknya. "Atau kamu sepupu Alice?" Cassie tentu saja tak menggubris. Ia malah memilih pergi. Ya lebih baik pulang karena matahari sudah akan tenggelam. Ia senang di sini. Karena bisa melihat sunset dan sunrise dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Si bule memang masih memanggilnya. Marimar yang lewat sempat melihat juga. Tapi ia tentu mengenal bule yang satu itu baik. Tidak seperti yang lain yang suka menggoda perempuan di sini. "Kenapa kamu memanggilnya, Patric?" "Aku ha

