"Shilla akan menikah. Aku gak enak kalau gak hadir. Gimana pun, dia saudara kembarku." Ia berdeham. Tentu saja bicara dibalik pintu. Usai makan malam bersama keluarga istana seperti biasa, Cassie tentu saja langsung masuk ke dalam kamar. "Aķu pengen ngajak kamu. Tapi kata ummi kalau lagi hamil muda sebaiknya tidak naik pesawat. Apalagi perjalanan jauh. Nanti aku akan kembali dengan cepat, sweety." Itu janjinya. Meski ia juga tak tahu apa yang terjadi. Sejak mendengar percakapan Cassie dengan Alice, memang memukul telak hatinya. Tapi ia diam saja. Ya terus berusaha untuk mengambil hatinya. Berusaha perhatian. Ya melakukan apapun meski ditolak Cassie. Meski diabaikan segala ucapannya. Meski yang ia terima hanya keterdiaman. "Aku akan sampai kan salam kamu ke Shilla. Aku berangkat dulu,

