"Shil? Shilla? Sayang?" Sungguh sapaan yang manis. Tapi tak ada jawaban. Yang ia dengar hanya lah suara tangis Shilla. Perempuan itu memang sedang bersedih. Ya ditinggal opa dan oma sekaligus. Reifan akhirnya diam dan membiarkannya menangis. Entah memang Shilla sengaja meneleponnya atau tidak, ia tak masalah. Mungkin begini sudah cukup ya? Ya berhubung Reifan juga tak bisa memeluknya begini kan? Ia juga tak bisa mendatanginya secepat yang ia bisa. Karena masih ada hal yang harus ia urus. Ia akan berusaha menyelesaikannya sesegera mungkin. Walau entah lah. Ia juga tak tahu apa yang akan terjadi esok. Yang jelas, pihak bank akan menelepon dan menjemput mereka untuk pertemuan esok hari dengan orang-orang penting. Bagaimana respon orang-orang penting itu? Jelas kaget lah. Jadi, dulu setela

