"Nanti kalau Reifan datang, tolong kuatkan, Reifan." Itu sebetulnya sebuah kode restu. Shilla hanya mengangguk canggung. Ia menciut ketika berhadapan langsung dengan papanya Reifan. "Reifan itu kurang kasih sayang orangtuanya." Ia mengatakan itu biar setidaknya Shilla tahu. Ia juga merasa bersalah karena menjadi orangtua yang tak bisa diandalkan anak-anaknya. Ia merasa belum sempurna menjadi seorang ayah. Shilla tentu saja hanya diam mendengarnya. Ya mau merespon apa? Papanya Reifan hanya seakan ingin menumpahkan banyak hal tentang Reifan yang tak ia tahu. Lebih tepatnya mungkin agar Shilla bersiap. Karena ia pun tak pernah tahu apa yang dipikirkan anaknya. Bukan karena anaknya mudah berubah pikiran. Tapi pasti ada alasannya kenapa Reifan berbuat seperti itu. Itu yang ia ingin berita

