Dijadikan Tumbal

2031 Kata

"Duh pengen b***k gue!" Hahahahaa! Tentu lah Rahma dan Intan tak kuasa menahan tawa. Ya kan disuruh nyari ide gimana caranya biar Shilla jalan keluar lebih dulu gitu kan? Tapi idenya jorok banget coba. Walau akhirnya, Diffie ikutan juga. Katanya kebelet pipis. Rahma dan Intan bagaimana? Tentu mulai berbisik pada anak-anak mereka dengan iming-iming jajan. Jadi akhirnya begitu keluar nih dari pintu kedatangan dan memberi kode dari jauh agar Reifan tak langsung menghampiri mereka, mereka kabur dulu ke tempat jajanan roti tuh kan ada. Sementara Shilla dipaksa menjaga koper-koper besar itu. Ia hanya menghela nafas. Tentu lah tak punya firasat apapun soal ini. Soal apa? Soal kedatangan Reifan yang kini memang sudah muncul di depan matanya. "Hei!" Ia tak perlu bertanya yang lain ke mana. Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN