Ia bahkan baru saja hendak membicarakan soal pengunduran diri karena alasan yang tidak bisa ia sebutkan pada lembaran kertas pengunduran diri itu. Akhirnya memang datang ke rumah sakit untuk menemui direkturnya secara langsung. Ia memang blak-blakan. Meski tak bilang detilnya. Hanya mengatakan kalau hendak menikah dan harus ikut pasangannya dalam rentang waktu tak tentu. "Jadi, tak di Indonesia? Atau hanya tak di Depok atau Jakarta, dokter Shilla?" "Memang belum pasti, pak. Tapi sudah pasti tak akan menetap dalam rentang waktu yang tak bisa saya pastikan. Mohon maaf lalau agak mendadak." "Ya kan aturan, minimal memang sebulan lah dikasih tahu sebelum pengunduran diri." Ia tentu memohon maaf. Gantinya, ia memang sudah mencari penggantinya, yaitu adik tingkatnya dulu. Ia mencoba bernegos

