"Maaf karena pernah berpikir untuk melepasmu. Aku buntu saat itu." Ia merasa tak menemukan jalan. Tak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti mau papanya. Ia juga merasa menjadi anak yang tak berguna kalau tak menurut. Ya ditambah lagi kan hubungan mereka memang ditentang. Masih menyangka kalau keluarganya Shilla masih ada hubungan dengan kasus pembunuhan buyutnya. Walau nyatanya, jauh dari itu. "Kata maaf kayaknya gak akan pernah cukup buat kamu ya?" Shilla hanya berdeham. "Aku bisa menebusnya dengan seumur hidup sama kamu? Bahkan sampai ke surga?" Shilla masih diam. Ia tak tahu apakah itu justru hadiah bukan hukuman untuk Reifan. "Aku akan kasih apa aja buat kamu." "Termasuk semua hartamu?" "Oh udah realistis sekarang?" Shilla terkekeh. Dulu ia terlalu bucin. Sekarang tentu b

