Dendam yang Belum Selesai

1751 Kata

Tata menguap. Ia sungguh capek sekali. Rasanya sudh lama tak menempuh perjalanan selama ini. Ia baru tiba di bandara Kroasia. Ya dengan sisa-sisa tenaga membawa satu koper. Karena tak perlu banyak lah. Kalau butuh baju kan bisa beli. Ye kan? Jadi ia tidak bawa banyak. Hanya mengecek cuaca di sana yang dingin artinya butuh mantel saja. Ia berangkat sendirian ya artinya bawa barang sendirian lah. Begitu keluar usai mengambil barang, Zikri muncul. Yeah dengan kecenya menggunakan kacamata hitam. Pakai mantel tebal yang sampai ke lutut. Keren? Banget lah. Tata sampai terperangah. Hahahaha. Kok ia baru sadar ya kalau Zikri kece juga? Mungkin karena selama ini ia tak terlalu memerhatikan Zikri sih. "Ini aja?" "Lo berharap gue bawa berapa banyak barang? Kan nanti juga belanja." Ah ia lupa. H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN