Ketika itu hujan, awan gelap menutupi langit, angin juga berembus dengan sangat kasar. Suara guntur terdengar nyaring, kilat menyambar dan membuat takut beberapa orang. Di dalam kamar perawatannya, seseorang baru saja membuka mata. Ia merasakan sakit, tetapi berusaha untuk tidak menangis. Pandangannya buram, tetapi ia bisa melihat bayangan beberapa orang di dalam ruangan itu. Lama-kelamaan semuanya semakin jelas, dan dirinya merasa bersyukur bisa melihat dengan lebih baik daripada sebelumnya. “Pipi?” ujarnya pelan. Memastikan jika orang yang ada di dekatnya adalah sang teman. Vivi yang saat itu mengunjunginya bersama Milana dan Rhea menatap. “Yaya ... akhirnya lo siuman!” Lia yang saat itu mendengar ucapan itu terlontar hanya mengangguk, ia kemudian menatap sekitar. Seingatnya ... ter

