Sati P.O.V Kini aku sudah berada didalam mobil yang mengangkut ku, Mas Sena, dan Nia. Suamiku itu mengendarai mobilnya santai, aku bisa melihat raut wajahnya yang dipenuhi dengan senyuman. Sudah pasti dia bahagia karna akhirnya kami akan menempati kediaman orangtuanya dulu. "Sayang, kamu jadi mau kerja di tempat mas kan?" tanya Mas Sena yang sukses membuat mataku berbinar. "Beneran nih mas, aku boleh kerja?" tanyaku semangat. "Iya dong sayang. Gimana? Jadi kan?" tanya Mas Sena lagi. "Jadi mas!! Ih aku ga sabar deh mau kerja." jawabku sambil tersenyum. "Nah berarti besok ya kita mulai ke kantor. Mas sengaja ngebolehin kamu kerja kan hitung-hitung biar selalu sama kamu hehehehe!" ujar Mas Sena yang hanya ku jawab gelengan kepala. Dasar suamiku ini, ada aja akal nya. "Kamu itu ya mas, li

