Kami hanya di apartemen sepanjang weekend itu. Makan, ngobrol, bermalas-malasan, bercinta dan tidak berhenti saling menyentuh. "Jadi dia atasan baru kamu?" Aku mengangguk. "Baru sebulanan lah." "Tapi kok..." Rangga menggantung kalimatnya membuatku menghentikan mengaduk masakan yang kubuat dan memandangnya. "Dia, bukan sainganku kan?" Rangga menelan salivanya susah payah. Aku menggigit bibirku, apakah ini kesempatanku untuk menanyakan tentang keseriusan hubungan kami? Aku kembali mengaduk spatula. "Tergantung...." sahutku asal. Rangga menegakkan duduknya. "Maksudnya?" Aku menahan napasku dan bersikap datar saat berbalik memandangnya. "Kita... aku bingung Ga, hubungan kita nih apa?" Aku melipat tanganku di d**a. Dia mendekat dan mengelus lenganku. "Ta, aku tau kamu ingin kepastian. T

