Part 46

927 Kata

Di sinilah Arle, Pak Aditya dan juga Pak Ferdy, di dalam mobil menuju Solo. Sesekali Pak Aditya melirik Arle, yang dengan mata terpejam meletakkan kepalanya di sandaran jok mobil. Pak Lurah yang duduk di depan juga hening, tiada bersuara. Pikirannya melayang entah kemana. Semoga keputusan ini tepat untuk Laras. Sementara itu, di rumah Erik. Tara serta Bu Erika tengah makan siang. Nafsu makan Bu Erika mendadak hilang, sejak kepergian suami berserta anak bungsunya tadi pagi. "Apakah semua ini benar, Ra?" tanya Bu Erika pada Tara, yang makan dengan lahap. "Arle pasti baik-baik saja, Ma. Saya tahu, sebenarnya Arle pernah naksir Laras, hanya saja saat itu Laras masih tergila-gila sama Apih." Ucapan Tara membuat Bu Erika dan Erik, menoleh kaget ke arah Tara. "Kamu kok ga pernah cerita ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN