Di sinilah Arle, Pak Aditya dan juga Pak Ferdy, di dalam mobil menuju Solo. Sesekali Pak Aditya melirik Arle, yang dengan mata terpejam meletakkan kepalanya di sandaran jok mobil. Pak Lurah yang duduk di depan juga hening, tiada bersuara. Pikirannya melayang entah kemana. Semoga keputusan ini tepat untuk Laras. Sementara itu, di rumah Erik. Tara serta Bu Erika tengah makan siang. Nafsu makan Bu Erika mendadak hilang, sejak kepergian suami berserta anak bungsunya tadi pagi. "Apakah semua ini benar, Ra?" tanya Bu Erika pada Tara, yang makan dengan lahap. "Arle pasti baik-baik saja, Ma. Saya tahu, sebenarnya Arle pernah naksir Laras, hanya saja saat itu Laras masih tergila-gila sama Apih." Ucapan Tara membuat Bu Erika dan Erik, menoleh kaget ke arah Tara. "Kamu kok ga pernah cerita ke

