“Tidak akan mudah membawanya ke keluarga Wijaya, aku akan menentang itu. Anak itu tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kita yang terpandang.” “Tidak seharusnya kamu berbicara seperti itu karena jelas dia juga pewaris Papa.” Aline menyanggah ucapan Arnold, dia sama sekali tidak takut dengan ancaman yang sang kakak lontarkan malah bersikap menantang. “Apa kamu berniat menjadikan anak itu kekasihmu?” Arnold tertawa menghina, dia tahu kebiasaan sang adik yang menyukai pria yang berusia lebih muda, maka dari itu sampai umur yang bisa dibilang tak lagi muda, Aline belum juga menikah. “Apa tidak cukup asistenmu ini?” imbuh Arnold dengan senyuman mencibir, dia tatap Romi dengan pandangan hina. Aline marah, bagaimana pun juga dia masih membutuhkan Romi, jadi jangan sampai pria itu ter

