Glass beranjak dari ranjang dengan hati-hati dan pelan-pelan, karena tidak ingin menganggu Bening yang masih terlelap. Bibir pria itu lagi-lagi memulas senyum bahagia, dia kecup kening istrinya sebelum berdiri dan menyambar celana dan piyama model kimono yang masih terlipat rapi di atas sofa. Semalam tidak ada kesempatan untuknya dan Bening mandi lebih dulu. Membuka pintu setelah mengintip dari lubang kecil di pintu itu, Glass memutar bola mata malas. Ia bahkah hanya menyembulkan kepala mendapati sekretaris tak tahu adabnya sudah berdiri di depan sana. “Lex, apa kamu tidak bisa sedikit pengertian? aku ini pengantin baru. Jika ingin membicarakan masalah perusahaan handle lah dulu,” ucap Glass dengan raut wajah kesal. Namun, raut mukanya seketika berubah drastis saat Alex membuka suara

