Bening memijat pelipis karena ternyata yang menghubunginya adalah Zahra. Sekretarisnya itu mengabarkan sesuatu yang lagi-lagi sungguh tidak menyenangkan. “Pemilik bangunan kosong bekas show room mobil yang rencananya akan RBB sewa sebagai gudang, baru saja mengabari Pak Peter, dia bilang ada seorang pengusaha yang berniat membeli tanah beserta bangunan, jadi kemungkinan dia akan menjualnya dan tidak jadi disewakan ke perusahaan kita.” Hening, Bening memilih masuk ke dalam apartemen dulu sebelum menghempaskan tubuh ke sofa. Gadis itu menggosok kening, terlintas di dalam pikirannya untuk menikah saja dengan pengusaha kaya kemudian berdiam diri di rumah menjadi sosialita. Sungguh, ada saat di mana Bening merasa lelah menjadi seorang wanita karir. “Coba tanya ke Peter, berapa harga yang

