"Apa listrik mati?" Arkan menyalakan lampu, pria itu membuat putri dan menantunya kaget bukan kepalang. Bening langsung mengusap bibir yang basah. Sungguh tak dia duga sang papa merusak momen berharganya dan Glass. “Papa, kenapa belum pulang?” tanya Bening ke Arkan, dia salah tingkah dan berdehem melirik Glass yang menunduk mengusap bibir. “Papa sudah hampir pulang, tapi tidak jadi saat melihat mobilmu masih berada di parkiran. Apa pekerjaanmu banyak? Ini sudah malam.” Mendapati wajah Glass dan Bening yang malu, Arkan malah merasa berdosa. Ia sadar mungkin saja baru mengganggu kemesraan keduanya. “Papa pikir kamu sendirian, ternyata bersama Glass. Jika tahu Papa pasti tidak akan cemas,” imbuh Arkan. “Aku sebentar lagi pulang,” jawab Bening gelagapan. Namun, sebuah ide seketik

