Pagi itu Glass heran, Bening berubah drastis dan tak seenergik kemarin. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi tapi istrinya itu masih malas-malasan di bawah selimut. Glass sampai memegang kening Bening untuk memastikan apakah istrinya itu demam. “Be,” panggil Glass pelan. Jika saja dia tidak sedang bersandiwara tentu semuanya akan jauh lebih mudah dilakukan, karena dia tak perlu menunggu Bening bangun. “Iya Glass, sebentar ya badanku rasanya tidak enak,” ucap Bening dengan suara lemah. Baru semalam dia memakai tespek dan bahkan baru akan bertemu dokter nanti, tapi rasanya hormon di tubuh sudah mulai berubah. Kehamilan memang unik, antara satu wanita dan yang lain pun berbeda. Bening yang ingin memberitahu Glass perihal ini pun bimbang, tapi dia bertekad memberitahu suaminya dengan cara

