Bening mendelik, dia pukul lengan tangan suaminya kemudian marah. “Apa kamu menerimanya? Ha?” “Tidak, aku menolaknya lagi pula untuk apa aku membuang uang dua ratus ribu untuk mendapatkan plus-plus,” ucap Glass. “Jangan sok polos Glassio! Kamu pasti tahu maksudnya.” Bening berucap dengan gigi yang digemerutukkan sampai membuat Glass tertawa. “Hem... Aku tahu dan rasanya tak sabar mendapat plus-plus dari istriku sendiri,” cicit Glass. “Apa? apa yang kamu bilang?” Bening yang berjalan di depan Glass berhenti seketika dan hampir saja menubruknya. Pemuda itu tertawa jenaka dan memegang kedua sisi lengannya. "Mau plus-plus Be!" “Dasar bocah nakal!” Bening mencubit pinggang Glass dan mereka pun tertawa. ??? Duduk bersisian dengan Glass, Bening nampak khidmat mengikuti setiap pros

